Sabtu, 6 April 2019 lalu Saya berkesempatan menghadiri talkshow di Almond Zuchini, Jakarta Selatan. Acara ini diadakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir dengan mengangkat tema salah satu rempah yang terus terang saya tidak pernah dengar dan tahu bentuknya, yaitu Rempah Andaliman.

rempah-andaliman
Almond Zucchini

Waktu masuk ke ruangan talkshow, wanginya tuh rempah banget. Karena ada stand dari Javara Culture yang menyajikan banyak rempah rempah. Tak ketinggalan pula stand dari Sayur Box, yang menyajikan sayur dan buah segar. Kalau di pikir pikir Indonesia itu sebenarnya bener bener kaya deh akan segala Rempah, Sayur Mayur dan Buah buahan.

rempah-andaliman
Stand Sayur Box
rempah-andaliman
Stand Javara
rempah-andaliman
Stand Javara

Andaliman, Rempah Eksotik dari Danau Toba

Andaliman? Apa ya itu? Saya cukup lama bertanyai tanya, Nama Daerah? Nama Orang? Karena terus terang saya belum pernah dengar.  Mungkin di google ada sih, tapi karena saking amaze-nya sama nama itu, jadi ga kepikiran buat cari.

rempah-andaliman
rempah andaliman

Saat masuk ke dalam ruang workshop saya perhatikan di sebelah kanan pintu masuk ada deretan macam-macam makanan kering, sambal dalam botol, lalu ada tanaman kecil dalam pot, dan ada biji-bijian. Lalu saya bertanya pada seorang Bapak yang berdiri dekat meja tersebut,

rempah-andaliman
biji andaliman

“Pak Andaliman itu apa ya?”

Lalu Bapak tersebut langsung menunjukan piring yang berisi biji-bijian berwarna hijau dan kehitaman,

“Lah ini Andaliman” kata Bapak itu.

“Lho jadi Andaliman ini biji-bijian ini? Kok kayak sejenis rempah gitu, serupa sama lada” kata saya memastikan

“Iya Andaliman itu memang rempah seperti Butiran Lada, silahkan di coba biar tahu rasanya” Bapak itu menawarkan agar saya mencoba 1 biji saja sambil tersenyum.

Awalnya saya ga gitu tertarik buat nyicip, tapi kalo lama-lama jadi penasaran juga ya. Akhirnya saya coba 1 butir Andaliman tersebut. And you know what, Ya Tuhan rasanya lebih parah dari Lada. Saya cuma coba sebutir doang dan itu pedasnya sungguh “nikmat”, berasa kebas di lidah setelah beberapa detik. Tahu kebas kan, rasa seperti tidak ada rasa di lidah, kaku,  nyelekit, sakit di ujung dan pangkal lidah.

Begitulah first impression saya terhadap salah satu rempah yang berasal dari Sumatera Utara ini. Kapok nyicipin? hahaha ngga donk, malah nagih banget rasanya.

Pertumbuhan Rempah Andaliman di Danau Toba

rempah-andaliman
Para Narasumber

Singkat cerita, akibat dari letusan gunung ratusan tahun lalu yang membentuk Danau Toba yang kemudian kita juga mengenal Toba Caldera Geopark, lahan sekitar wilayah tersebut menjadi subur. Dengan adanya Geopark di sekitar Danau Toba, maka akan meningkatkan produktifitas warga sekitar.

Ibu Dr. Amanda Katili Niode, Omar Niode Foundation
rempah-andaliman
Horas !! Dr. Wan Hidayati, MSi (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatra Utara)

Dalam hal Pariwisata misalnya, dengan adanya wisata bahari, ekowisata, dan wisata petualangan tentunnya memiliki potensi besar dalam perekonomian masyarakat. Tak ketinggalan peningkatan dalam budaya masyarakat Toba yang unik. Warisan budaya yang tentunya selalu tumbuh kembang dan dilestarikan. Wisata belanja, kuliner dan budaya pun dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kehidupan masyarakat Danau Toba.

Ada 6 tipikal kuliner di Sumatera Utara yaitu makanan Melayu, Karo, Masakan Toba, Mandailing, Simalungun dan Pak Pak. Semua kuliner tersebut menggunakan Andaliman sebagai salah satu bumbunya, kecuali masakan Melayu. Karena Andaliman memiliki aroma yang khas, seperti yang saya pernah cicipi ada rasa nyelekit tapi bikin nagih.

Bpk. Marandus Sirait, Pelopor Budidaya Rempah Andaliman

Jadi ternyata, Bapak yang saya tanya tadi soal Andaliman itu adalah Bpk. Marandus Sirait loh. Beliau yang membudidayakan tanaman Andaliman yang biasanya tumbuh subur di hutan, dapat di tanam di lingkungan masyarakat. Beliau juga menceritakan bagaimana Andaliman yang nilai jualnya selalu fluktuatif. Di saat perayaan besar, maka harga Andaliman menjadi mahal sekali. Namun di bulan biasa harganya menjadi turun. Oleh karena itu menurut Bpk. Marandus perlu adanya gudang besar yang dapat menampung Andaliman dalam jumlah besar, sehingga budidayanya menjadi maksimal.

rempah-andaliman
Saya bersama Bpk. Marandus Sirait, Pelopor Budidaya Andaliman

Rasa pedas pada Andaliman yang menyerupai Szechuan Pepper, membuat ia sangat pas dijadikan sambal. Terutama buat saya atau kamu yang doyan pedas. Di kemas dalam botol kaca sungguh pas rasanya kalau sambal Andaliman menjadi alternatif bumbu pedas masakan.

rempah-andaliman
Sambal Andaliman

Dan ternyata, selain dijadikan sebagai bumbu masakan dan penyedap rasa, biji Andaliman ini bisa di gunakan salah satunya sebagai obat penyakit perut, sakit gigi, juga bisa di buat menjadi minyak atsiri.

rempah-andaliman
Aneka Keripik Andaliman

Jika kita mendengar adanya isu pemanasan global karena perubahan iklim, maka salah satu mengatasinya adalah melakukan penanaman Andaliman sebanyak banyaknya. Dan inilah yang di lakukan oleh Pak Marandus.

Hal tersebut juga di sebutkan oleh pembicara lain, yaitu Ibu Amanda Katili Niode dari Omar Niode Foundation dan Ibu Ir. Murni Titi Resdiana, MBA dari Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Iklim. Bahwa Andaliman merupakan salah satu simbol solusi masalah global terutama di wilayah Danau Toba. Seperti : Penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, pemulihan ekosistem dan inlusivitas.

Tantangan Andaliman

Tentu saja, karena tumbuh subur di wilayah Danau Toba yang memiliki suhu dingin, Tumbuhan Andaliman tidak mudah di tanam di wilayah dengan udara yang kadang panas, kadang dingin, atau malah kadang lebih banyak panasnya, contohnya di Jakarta ini. Kemarin ada pohon Andaliman yang Pak Marandus bawa, di taruh di media tanam yang bisa di bawa kemana mana. Maunya sih saya bawa, tapi begitu tahu Andaliman hanya bisa tumbuh di udara dingin, saya ga tega bawanya. Minimal di sini, dia bisa hidup di daerah Puncak Bogor.

Dr. Murni Titi Resdiana, MBA (Kantor Urusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim)

Nah, berhubung saya sendiri baru tahu yang namanya Andaliman seperti itu, tantangan kedepan bagi budidaya Andaliman adalah yang pertama adalah pengenalan kepada masyarakat luas. Karena saat ini Andaliman hanya di kenal oleh masyarakat Batak. Bagaimana caranya agar bisa di kenal oleh masyarakat Indonesia. Memang untuk beberapa kali masyarakat luar negeri sudah dikenalkan oleh keunikan Andaliman, tapi kalau hanya luar negeri yang kenal, sedangkan orang Indonesia ga kenal gimana coba?

rempah-andaliman
Pohon Andaliman

Tantangan yang kedua adalah bagaimana Andaliman bisa di terima oleh lidah masyarakat daerah lain? Karena tentunya beda daerah beda rasa lidah. Saya misalnya, lidah saya ini lidah jawa. Jadi ketika masuk makanan daerah lain agak lama penerimaannya. Rasa kebas walaupun hanya sebentar, akan memberikan efek kapok buat nyobain. Tapi mungkin kalo di campur sebagai bumbu ga terlalu berasa sih. Lama-lama akan menjadi terbiasa.  Jadi perlu adanya pengenalan bagi masyarakat lain di luar suku Batak untuk mencoba rasa dari Andaliman.

Yang ketiga adalah harus adanya pengembangan produk non makanan. Karena sebenarnya Andaliman ini berguna untuk kesehatan, kecantikan dan consumer goods.

Beberapa Macam Makanan Menggunakan Andaliman

Setelah mengetahui apa itu Rempah Andaliman, saya penasaran dong gimana rasanya kalau dicampurkan ke makanan. Maklum yah lidah jawa, saya memang suka pedas, tapi untuk rasa kalau enak pasti suka. Apalagi saya pecinta masakan Nusantara.  Dan pas jam makan siang, kami dipersilahkan icip icip masakan yang sudah di sediakan, dan semua makanan tersebut menggunakan Andaliman loh.

Selain icip icip juga ada demo masak oleh Chef Rahung Nasution yang menjului dirinya sebagai Koki Gadungan. Resep yang diperagakan adalah Nasi Goreng Andaliman dan Sate Ikan.

So guys, yuk kita perkaya pengetahuan tentang kuliner Nusantara lebih dalam. Alhamdulillah senang sekali mengikuti workshop yang di selenggarakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir kali ini. Ilmu yang sangat bermanfaat, dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Salam

Liza Chan

Rempah Andaliman, Dari Danau Toba Untuk Indonesia
Tag pada:                                    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *