Asuransi AIA Sakinah Assurance

Pernah terpikir menjadi pengusaha? Punya perusahaan sendiri dimana kita yang menggaji karyawan? Diantara skill dan kemampuan saya dalam melakukan sesuatu, yang paling menonjol adalah mengolah bahan makanan menjadi kue. Saya sadar bahwa masing-masing orang pasti punya keahlian yang berbeda untuk dijadikan dasar sebagai pengusaha, dan ketika saya menyadari skill saya ada di dunia perbakingan saya pun yakin bahwa saya bisa menggeluti dunia tersebut sebagai profesi. Yes… Akhirnya saya memutuskan akan menjadi pengusaha di bidang kuliner saja.

Skill

Selama ini saya selalu belajar baking secara autodidak, kadang berhasil kadang tidak. Dan untuk mewujudkan mimpi saya sebagai pengusaha saya harus bisa meningkatkan skill saya. Tapi untuk mengikuti kursus formal pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan dana untuk kursus bisa saya gunakan sebagai modal pembelian bahan baku. Akhirnya saya kembali belajar sendiri.

Produk Khas

Sebagai awalan, karena saya salah satu pecinta Brownies Panggang. Beberapa kali saya mencoba membuat resep brownies yang sudah ada dan memodifikasinya dan itu saya lakukan berulang kali. Sampai pada akhirnya saya mendapat formula resep yang sesuai sebagai Brownies Panggang yang saya mau.  Dan Ya, saya memutuskan untuk berjualan brownies terlebih dahulu, mengenai variannya, akan saya pikirkan kemudian.

Nama Usaha

Setelah membuat formula resep yang pas dan khas, saya harus punya Nama/Merk untuk Brownies itu. Tahu nama brownies kukus yang terkenal di Bandung kan? Namanya seperti nama orang, mungkin pemiliknya? Saya kurang paham darimana asal-usul nama merk tersebut. Tapi boleh kan yah mengikuti jejaknya menggunakan nama orang? Jadi saya memutuskan untuk membuat Nama / Merk Brownies saya sebagai “Liez’S Brownies” yang artinya Browniesnya Liza (nama tengah saya). Dan untuk kedepannya segala varian brownies atau kue lainnya pun akan saya namakan “Liez’S”

Liez Brownies

Strategi Penjualan

Sebagai penjual, jelas saya harus memikirkan bagaimana produk saya bisa di kenal masyarakat dan mereka tertarik untuk merasakan brownies saya. Dan yang pertama kali terpikir oleh saya adalah, media sosial. Saat ini cara pemasaran yang efektif adalah dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Path dan Google+. Dari anak SD sampai kakek nenek pasti punya account Facebook dan yang hobi foto pasti punya account Instagram.

Menjadi Pengusaha Sehat Bersama AIA Sakinah Assurance

Dari sekian rencana yang mau saya wujudkan, kadang timbul pertanyaan masih bisakah saya wujudkan? Sanggupkah saya memulai usaha ini di antara banyaknya kegiatan yang saya lakukan? Oh iya, saya masih tercatat sebagai karyawan swasta perusahaan Join Venture di Jakarta.

Salah satu usaha preventif saya untuk tetap fit dan sehat adalah istirahat yang cukup di hari libur. Dan kalaupun dikasih sakit, ya pergi ke dokter. Alhamdulillah masih ada asuransi BPJS dan Asuransi dari kantor.  Dan sebagai calon pengusaha (ciee.. uhuk) selain sehat, saya juga harus memikirkan investasi jika kelak usaha saya bisa maju. Salah satu lembaga keuangan non bank yang memiliki produk investasi dan proteksi adalah Asuransi.

Saat ini banyak asuransi yang menawarkan benefit kesehatan dan investasi, tapi buat saya rasanya lebih aman pakai Asuransi yang berprinsip Syariah. Selain prinsipnya tolong menolong dengan kumpulan dana yang di sebut “Tabarru“, Asuransi Syariah juga tidak mendekati riba kan?

Asuransi AIA Sakinah Assurance

Dan baru-baru ini saya mengenal adanya Asuransi AIA Sakinah Assurance merupakan Asuransi Jiwa Syariah yang produknya adalah Tabungan dan Investasi. Keunggulan utama dari Produk Asuransi AIA Sakinah Assurance diantaranya adalah Tenang, dimana pengelolaannya bersifat tolong menolong antar peserta dengan prinsip syariah. Tenteram, yang memberikan peace of mind kepada peserta melalui perlindungan jiwa dan kecelakaan. Optimal, perencanaan investasi berbasis syariah dan Bahagia, dimana akan ada surplus underwriting setiap tahunnya.

Menjadi pengusaha itu tidak sulit dan juga tidak mudah. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan masak-masak. Termasuk soal Asuransi juga, minimal ada jaminan dan proteksi diri ketika kita sedang tidak dalam kondisi “mampu” untuk berproduktif. Sudah siapkah kita menjadi pengusaha ?

Salam

BakingFoodie

 

Jadi Pengusaha ? Sehat itu Wajib
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan